11 Mei 2021

Puasa di Harris Hotel (part 1)

Sebagai orang udik, undangan mengikuti acara di sebuah hotel bintang 4 di kota Malang merupakan suatu anugrah. Don't laugh me. Coz that's the fact...

Begitu ada kepastian aku akan menginap di hotel Harris, pada saat itu juga aku mencari informasi senyaman apa hotel yang akan aku tempati selama 3 hari.

Dari hasil browsing aku merasa seperti anak kecil yang menanti masa liburan dengan membayangkan semua hal yang asyik-asyik. Kamar hotel yang luas dan nyaman, fasilitas lengkap dengan pelayanan ramah. Dan satu hal yang membuat aku kaget adalah jatah 1 kamar harus aku tempati sendiri. Berdasarkan pengalamanku mengikuti kegiatan semacam ini, sekamar biasanya ditempati 2 peserta.

Sempat terpikir untuk mengajak anak-anak. Tapi sayangnya, anak sulungku sedang banyak tugas kuliah, sedangkan anak bungsuku tidak mau pergi jika kakaknya tidak ikut. Yoweslah... Budal deweeee... 

Sebelum keberangkatan, sesuai protokol kesehatan, aku tes genose. That was the first experience for me. And the result was negative. 🤩🤩

Perjalanan keberangkatan, aku menggunakan kereta Malabar. Sangat nyaman meskipun AC di gerbong kelas eksekutif bagiku terlalu dingin. Tapi meskipun nyaman, aku tidak bisa memicingkan mata barang sekejap pun karena di kereta pun aku masih harus menyelesaikan pekerjaan yang rasanya tiada habisnya. Proposal MGMP, AD/ART MGMP sampai logo MGMP adalah pekerjaan yang bisa aku kerjakan selama perjalanan. 

Oh ya, kegiatan ini dilaksanakan ketika puasa, maka dalam perjalanan keberangkatan malam hari, otomatis aku harus sahur diatas kereta. And that was not the best sahur I have ever had, but not the worst too.. 

Sampai di stasiun Malang kota jam 7 pagi. Aku menghubungi temanku dan memberitahu rencana kunjunganku ke rumahnya dan langsung memesan ojol. 

Setelah muter-muter dan bertanya beberapa kali, akhirnya sampailah aku dirumah temanku. Rasa rindu terbayarkan dengan keasyikan kami ngobrol ngalor ngidul sekedar bernostalgia. 

Pada saat menjelang jam check in hotel, aku berpamitan. Tapi namanya rezeki emak sholihah, temanku menawarkan untuk mengantarku sampai ke hotel. Karena pamali menolak kebaikan teman, maka dengan senang hati aku naik ke boncengan sepeda motornya. Dan lebih senang lagi karena aku diberi oleh-oleh khas Malang. Menang banyak nih, hahaha.. 

Butuh mengantri sekian lama untuk pengecekan kelengkapan administrasi. Sampai akhirnya aku bisa memasuki kamar 566. Melihat kamar yang luas dan ranjang yang besar membuat rasa kantukku datang dengan mendadak. Hoaheeemz... 

Tapi memang belum rezekiku untuk bisa tidur membalaskan dendam semalam tanpa tidur sedetikpun. Aku harus mengikuti acara pembukaan kegiatan di ballroom hotel Harris yang didominasi warna merah marun dan kombinasi warna emas. Disana aku bertemu orang-orang hebat yang selama ini hanya bisa aku lihat lewat You Tube atau kegiatan zoom meeting. Sesuatu yang patut aku syukuri... 


Bersambung....