21 Oktober 2016

Selamat jalan temanku....



Hari minggu yang cerah. Sesuai mottoku “Sunday is santai day” hari minggu ini juga cukup aku pakai untuk bersantai bersama keluarga. Di pagi hari sempat terbersit keinginan untuk jalan pagi, tapi keinginan itu kalah dengan pesona bantal dan guling...




Tidak seperti biasa hari itu aku sempat berbincang-bincang dengan mamak, pengasuh si kecil. Mamak memberitahu tentang tetangga yang kebetulan menderita kanker. Menurut cerita mamak kondisinya sudah parah. Sebagai sesama penderita kanker aku tergerak untuk mencari tahu sejauh mana pengobatan yang sudah dijalaninya.

Ingatanku kembali ke masa 2 bulan yang lalu. Subuh aku mendapat telpon yang mengabarkan temanku, Aniroh Al Fauziyah (Allohummaghfirlaha) meninggal dunia. Bagaikan kilat di siang bolong. Aku sempat meragukan kabar tersebut. Seperti biasa aku berusaha klarifikasi berita tersebut ke teman-teman yang lain dengan harapan berita itu hoax semata. Tapi keadaan berkata lain. Benar, temanku meninggal.
Disela-sela kegiatan mengajar aku menyempatkan diri untuk ta’ziyah. Aku langsung menemui kakak temanku dan menanyakan kejadian yang sebenarnya. Dan aku sangat terkejut ketika mengetahui bahwa temanku sakit kanker payudara sejak 3 tahun terakhir. Sepanjang perjalanan pulang air mataku tak berhenti keluar seiring penyesalanku yang mendalam. Masih terbayang ‘kencan’ kami yang terakhir makan siang di Happy Land 3 bulan sebelum dia meninggal. Tak nampak tanda-tanda bahwa dia sedang sakit. 

Aku merasa sebagai teman yang tidak peka. Berulang kali dia bercerita tentang temannya yang mempunyai benjolan di payudara. Aku hanya menyarankan untuk segera operasi sehingga bisa diketahui dan diobati lebih awal. Tak berselang lama dia memberitahu kalau ‘temannya’ belum berani operasi dan kemudian tanya tentang kemoterapi. Itu terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. Andai aku tahu bahwa itu dia… Maafkan aku, sobat… 

Alloohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa

11 Oktober 2016

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia



Hari ini Senin, 10 Oktober 2016 adalah hari istimewa bagiku. Yang pertama karena hari ini merupakan awal kemunculanku ngeblog lagi setelah sekian tahun 'membeku' sampai sempat lupa password...

 
Istimewa lagi karena hari ini adalah hari kesehatan jiwa sedunia. Pagi hari sudah kusempatkan ganti display picture di BBM. Biasanya pake foto selfi khusus hari ini libur dulu selfinya hihihi. Tak lupa aku  nyetatus selain mengingatkan bahwa hari ini istimewa juga untuk menjaga eksistensi diri di BBM :-)  (sambil kibas rambut).

Setelah berjibaku dengan rutinitas mengajar, aku sempatkan diri mengisi angket yang telah tertunda sekian hari. Survey kali ini tentang pemahaman gangguan kesehatan jiwa. Meskipun tak seberapa aku berharap survey yang aku isi bisa membantu memberi gambaran tentang pemahaman masyarakat dan memberi dampak positif pada penanganan gangguan kesehatan jiwa di Indonesia. Minimal ada 'stop the stigma campaign'.

Stigma. Satu kata yang menyebalkan bagi orang-orang yang terlibat baik secara langsung maupun tidak dengan isu kesehatan jiwa. Mereka yang tidak paham dengan kesehatan jiwa  akan sangat mudah mengecap penderita sebagai 'orang tidak waras'. Mereka para ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan) dan caregiver selain berjuang melawan gangguan jiwa (skizofernia, bipolar dan depresi)  masih harus berhadapan dengan beban moral akibat stigma (yang pasti negatif) yang masyarakat berikan. Andai saja mereka berada pada posisi kami....

But it's okay...selama ODS kami tetap rutin berobat dan konsultasi maka kami yakin kata pulih bukan suatu hal yang mustahil. Don't be ashamed of your story. It will inspire others.

oh ya... Sebagai bentuk kepedulian, jangan lupa donasi ke:

Peduli Skizofrenia Indonesia
No Rek: 8000-8156-4900
Alamat Bank: CIMB Niaga Ruko Bonagade, Jl. Raya Jatinegara Timur no 101 Jakarta 13310

Sharing a little for much happiness