Jam sudah menunjukkan angka 10.30, tp dokter Kartika belum datang. Padahal aq dapat no urut 18. Hedew... Setelah menunggu lama dikantin dan sampe kenyang (ga sopan banget ya... padahal yang lain lg puasa hehe.. )aq beralih ke ruang tunggu pasien. Disana aq ketemu mbak Asmi, seorang pegawai kejaksaan Bantul. Jadwal kemoterapi kita sama, maka ga heran pas ketemu pasti kita membahas berbagai ‘kenikmatan’ pasca kemoterapi.
Jam 12.40 akhirnya namaku dipanggil. Setelah menyerahkan hasil lab dan diperiksa dokter, aq bertanya tentang berbagai hal tentang kanker getah bening. Yang membuatku kaget adalah fakta bahwa tranfusi darah bisa menjadi penyebab kanker ini. Padahal aq 2x melakukan tranfusi darah, ketika operasi caesar 2 anakku. Dari banyak literatur dan referensi yang aq baca, aq belum pernah menemukan satupun informasi tentang hal ini. Tapi menurut dokter Kartika yang memang ahli darah di bagian penyakit kanker, fakta tantang tranfusi darah ini pernah di teliti dan diseminarkan di Milan Italia. Makanya tidak heran jika beliau tidak gampang langsung memutuskan seorang pasien butuh ‘minum darah’ atau tidak. Kalau hemoglobin sudah dibawah angka 8, pasien baru ditranfusi darah. Cegluk... cegluk...
Keterkejutanku bercampur dengan senang karena hari itu hasil lab menunjukkan HB-ku masih diatas 8, meskipun ga nyampe angka 10 hehe...
Tapi... apapun penyebab sakitku, semua aq terima sebagai takdirku.... satu bagian hidup yang mesti aq lewati yang pasti membuat hidupku lebih berwarna warni....
Wallohu A’lam.....

keep fighting mba Za...
BalasHapusInsyaalloh... Thanks ya dah mampir ke blog-ku...
BalasHapusMbak...gimana kondisi Mbak sekarang ? Semoga sehat selalu ya...Amin...
BalasHapus