23 Agustus 2011

Keep the Spirit


Dalam kesempatan konsultasi dengan dokter kali ini, aq mempunyai banyak kesempatan utk bertanya tentang banyak hal. Selain tentang tranfusi darah, dokter juga menjelaskan bahwa sesungguhnya kemoterapi tidak menjamin 100% sembuh dari kanker. Masih ada kemungkinan kambuh setelah sekian tahun dinyatakan sembuh. Audzubillah min dzalik.....

Aq di’jatah’ 8 x kemoterapi. Tetapi jika kondisi badan tidak memungkinkan utk meneruskan kemo, maka 6x dianggap cukup. Meskipun  hasilnya tetap berbeda. 

Ternyata, banyak pasien yang tidak kuat dengan dosis kemoterapi yang diberikan. Hal ini terlihat dari hasil lab yang sangat buruk pasca kemo. Hal ini pun terjadi pada ibunda dokter Kartika. Maka tak heran, dokter Kartika sangat sabar dan selalu mendengar keluhan pasien. Two thumbs up for my beloved doctor....
 Utk pasien  yang hasil labnya selalu bagus ternyata masih punya resiko 1% meninggal gara2 kemoterapi. Oleh karena itu, banyak pasien yang mengurungkan niat karena resiko kemoterapi, dan juga karena biaya kemoterapi yang sangat mahal bagi orang yang tidak punya asuransi. 

Memang benar bahwa dokterpun tidak bisa menjamin kesembuhan seseorang. Dokter tak bosan  mengingatkan untuk memperbanyak doa dan sedekah. Tetapi berdasarkan pengalaman dokter Kartika selama hampir 10 tahun, bahwa kebanyakan pasien yang sembuh adalah mereka yang punya motivasi hidup yang tinggi...


Welcome semangat....
Gud bye semangit... 



Minum Darah

Jam sudah menunjukkan angka 10.30, tp dokter Kartika belum datang. Padahal  aq dapat no urut 18. Hedew...  Setelah menunggu lama dikantin dan sampe kenyang (ga sopan banget ya... padahal yang lain lg puasa hehe.. )aq beralih ke ruang tunggu pasien. Disana aq ketemu mbak Asmi, seorang pegawai kejaksaan Bantul. Jadwal kemoterapi kita sama, maka ga heran pas ketemu pasti kita membahas berbagai  ‘kenikmatan’ pasca kemoterapi. 

Jam 12.40 akhirnya namaku dipanggil. Setelah menyerahkan hasil lab dan diperiksa dokter, aq bertanya tentang berbagai hal tentang kanker getah bening. Yang membuatku kaget adalah fakta bahwa tranfusi darah bisa menjadi penyebab kanker ini. Padahal aq 2x melakukan tranfusi darah, ketika operasi caesar 2 anakku. Dari banyak literatur dan referensi yang aq baca, aq belum pernah menemukan satupun informasi tentang hal ini. Tapi menurut dokter Kartika yang memang ahli darah di bagian penyakit kanker, fakta tantang tranfusi darah ini pernah di teliti dan diseminarkan di Milan Italia. Makanya tidak heran jika beliau tidak gampang langsung memutuskan seorang pasien butuh ‘minum darah’ atau tidak. Kalau hemoglobin sudah dibawah angka 8, pasien baru ditranfusi darah. Cegluk... cegluk...


Keterkejutanku bercampur dengan senang karena hari itu hasil lab menunjukkan HB-ku masih diatas 8, meskipun ga nyampe angka 10 hehe...

Tapi... apapun penyebab sakitku, semua aq terima sebagai takdirku.... satu bagian hidup yang mesti aq lewati yang pasti membuat hidupku lebih berwarna warni....

Wallohu A’lam.....

Sharing the Pain... Getting the Happiness


Setelah tertunda semingu akibat kondisi kurang fit, akhirnya aq bisa ke RSUP Dr. Sardjito. Setiap kali kontrol, aq bisa ketemu teman2 senasib. Ada mbak Ira yang menderita kanker darah yang sudah menghabiskan 500jt utk pengobatannya. Tapi sayangnya, 5 tahun setelah  kemoterapi terkhir, ia mendapati bahwa kanker telah menyebar ke paru2. Deeply sorry for knowing that, mbak Ira....

Ada juga ibu Yuniar yang akhir2 ini sering merasa pusing. Beliau sudah 16x kemoterapi. Tapi kanker tenyata belum jg enggan beranjak dari tubuhnya yang semakin kurus. 
Dan masih banyak teman2 yang lain....

Ada banyak cerita di sini... di ruang tunggu klinik kanker Tulip......
Yang menggelikan...  menyedihkan... dan tak sedikit yang menyemangati.....




03 Agustus 2011

Terjaga bin Begadang

Selalu.... Mata susah terpejam setiap menjelang kemoterapi. Beragam pikiran seakan menghalangi rasa kantuk mendekat. Senang, susah, takut, khawatir, lega.. semua campur aduk jadi satu.

Sudah terbayang dimata, 6 sampai 7 jam terbaring diinfus. Masih harus diberi berbagai macam suntikan. Ada yang bikin pusing, ada yang berefek gatal. Olala....

Tapi itu tidak seberapa dibanding dengan efek kemo. 3-4 jam pasca kemo, rasa mual sudah menyerang. Persis orang ngidam. Masih diperparah lagi radang tenggorokan. Makan jadi tak nafsu. Badan sakit semua serasa habis digebugi. Dipegang saja rasanya naudzubillah... sakitnya...

Kemo kedua terasa lebih ringan dibanding yang pertama. Mungkin karena yang pertama, belum 'pengalaman'. Begitu sariawan n radang parah, aq minum vitamin c dosis tinggi. Ternyata lambungku ga kuat. Maag parah. Muntah setiap kali makan. Sampai-sampai untuk gerak saja perut terasa sakit sekali. Pokoknya ga ada yang enak....

2 minggu pasca kemo pertama rambut mulai rontok. Sampai 5 hari berikutnya aq putuskan untuk memangkas semua rambutku. Plontos. It's ok....


3 hari menjelang kemo kedua, badan terasa lebih segar, karena sudah mulai doyan makan dan ga muntah2 lagi. Tapi, kemo berikutnya sudah menunggu didepan mata... seperti saat ini......

Bismillahirrohmaanirrohiim....
Allohumma Yaa Robbannaas... Idzhabil baksya Wasyfii.. Innaka Antasy Syaafi... Laa Syifaa illa syifaauka.. Syifaaun Laa Yughoodiru Saqomahu... Ya syafii Al maraadl...